Kamis, 13 Februari 2014

entahlah

sebenarnya ini udah jadi draft sejak 12 Februari kemaren 
tapi aku cuma sempat nulis di diary yg di mobile phone 
nah sekaranglah baru aku sempat menulis ini  

oke dimulai dari sekarang ya 
kejadian ini rabu sore 
sore itu aku keluar dari LR dan pulang sendirian ke asrama. 
entah kenapa akhir-akhir ini aku lebih sering menyendiri, entahlah. 
aku lewatnya dari blakang koperasi (dibaca koper) skalian mau ngambil kain dari jemuran.  
eh ternyata lagi ada pertadingan futsal di lapangan depan koper  
dan ternyata yang lagi tanding itu adalah adek tingkat.  

langkahku terhenti sebentar  
dan sejenak ku perhatikan.  
aku celingak-celinguk mencari sesuatu  
#apa??  
sesuatu??  
:D  


tapi aku tak melihat sosoknya.
Sosok pria berbadan kekar yang berkulit senada denganku.
Ah, dimana dia ya?
Aku betul2 merindukannya.
Aku rindu bercerita kekeh bersamanya.
Entah sudah berapa lama kami serasa jaga jarak begini
tapi aku jujur bahwa aku rindu, ya aku merindukannya
Bahkan coklat di hari ulangtahunnya kemarin pun belum ku kasi sampe skarang.
padahal aku udah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari sebelum libur natal.
Tapi kemaren itu, aku pas punya tugas dan besoknya harus presentasi mata kuliah FCBD.  
aku gak sempat mau keluar kelas dan menemuinya karna sibuk di depan layar laptop menyelesaikan proyek membuat program shopping online.
jadi memang aku tak ada memberinya salam selamat ulang tahun
maafin aku ya :)  

sampe skarang aku takut menemuinya.
Aku masih takut bertemu dengannya.
aku harus merasa bersalah karena gadak nyalam dia pas ultah kemaren, entahlah.  
bahkan beberapa hari yang lalu kami sempat tak sengaja sedang berada dalam posisi berdekatan
ya, sangat dekat sekali
ketika itu kami lagi berdiri berhadap-hadapan untuk mencuci sendok setelah selesai sarapan
tapi aku tak berani melihatnya
aku juga tak tahu apakah dia melihat ke arahku saat itu
aku hanya tertunduk dan menunggu dia selesai mencuci sendoknya
padahal biasanya dia akan langsung bilang samaku,
"kak, punyaku jugalah"
dia slalu bilang gitu sambil senyum
pasti senyum, dan itu senyumnya manis kali :)

tapi kemaren itu aku gak ada nengok itu lagi
pertemuan sedekat itu tumben terasa dingin dan hambar.
entahlah.

Tapi jujur,
aku rindu si pria berkulit sawo matang
aku rindu dengan senyum maskulin jutaan volt miliknya ;)

0 komentar:

Posting Komentar