Malam ini aku iseng dan tetiba dapat quotes satu artikel dari sono.
Sekedar buat inspirasi aja ya, semoga berkenan
Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan
gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan
diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot
manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan
telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga
berkeping-keping. Ia menga lahkan semua pria di kota itu dalam lomba
panco. Namun setiap kali menutup per tunjukkannya ia hanya memeras
sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke
tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami
sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu
tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"
Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas
panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa
jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh
isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat
lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu
ter senyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan
terakhir, siapa yang mau mencoba?"
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta
agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke
panggung."
Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing
wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak
mengolok-olok wanita itu.
Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan
jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran
penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak
penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa
jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya,
mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi
dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk
itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul
terperas dan jatuh diatas meja panggung. Penonton terdiam
terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
"Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali.
Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah
uang yang aku tawar kan, tapi mereka semua gagal. Hanya anda
satu-satunya yang berhasil memenang kan hadiah itu. Boleh aku tahu,
bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal
mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup
kelima anakku. Jika kau memiliki tanggungan beban seperti itu, kau
akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang
gurun sekalipun. Kau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan
tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang kau
buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".
Selalu ada tetes setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali
mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang
keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes
berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku
percaya tetesan berkatNya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku
melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan
keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada
pribadi yang mengasihiku.
"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan
jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat
melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk
menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press)
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan
mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap
orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat
dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah
seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta
roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang
jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi
Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang
meminta kepada-Nya."
SEMOGA menginspirasi ya teman-teman dan saudara-saudara
Senin, 23 Desember 2013
Setiap detail itu ku tulis disini
Tika, gimana kabarmu hari ini?
Apa kau sudah mulai menikmati liburanmu??
Dan jawabanku adalah "sesungguhnya ini bukan libur, aku hanya berpindah tempat untuk belajar"
Hari itu, ya kemarin-kemarin dan kemarinnya lagi seharusnya aku mengungkapkan semua hal yang kurasakan tentangmu.
Tentang bagaimana perasaanku saat aku bertemu denganmu,
saat aku dekat denganmu bahkan ketika kau tak berada disampingku sekarang.
Hari itu, ya hari ketika kita pertama kali bertemu.
Ingatkah kau?
Aku memang tak langsung jatuh hati kepadamu.
Aku bukanlah orang yang percaya cinta itu tumbuh pada pandangan pertama.
Kau bukanlah pria paling tampan yang pernah ku kenal,
kau bukan pria yang lemah lembut pada wanita,
bahkan terkadang kau tidak memperdulikan penampilanmu,
kau juga bukanlah pria yang sangat jenius.
Kau lebih bisa dibilang pria bawel yang penuh komentar dan suka ngejekin aku.
Namun dengan semua itu aku menemukan hal yang berbeda darimu.
Aku suka ketika kau berbicara padaku.
Kau menceritakan hal yang kau alami dengan begitu semangatnya,
aku suka ketika kau tersenyum padaku, ya, senyuman yang sangat maskulin itu.
Bahkan bisa di bilang aku suka semua moment ketika aku harus berhadapan denganmu.
Aku menyadari betapa nyamannya diriku ketika dekat denganmu walau kau banyak komentar tentangku.
Kadang aku merasa aku sudah sangat dekat denganmu dan sudah sangat mengenalmu.
#kadang
Tapi ketika kau mengalami kesedihan, jauh dilubuk hatiku aku lebih sedih.
Aku masih ingat waktu itu kau sedih karena keadaan saudarimu yang sedang sakit.
Walaupun kau berusaha menyimpan segala sesuatunya didalam hatimu, aku cukup tau tentang itu. #eeaaaaakkkk :D
Aku juga tau kau tidak ingin orang lain ikut merasakan beban dan kesedihan yang sedang kau rasakan.
Emang sih dari bibirmu itu selau terpancar senyuman indahmu tetapi sebenarnya jauh didalam hatimu kau bersedih dan menangis, aku tau itu.
Ingin sekali rasanya aku memberikan bahuku ini sebagai tempat sandaran kepalamu yang penat memikirkan semuanya itu, memberikan tangan ini untuk menyeka setiap peluh dan air mata yang jatuh dari matamu yang bulat berwarna hitam itu.
Aku berdoa dalam hatiku agar Tuhan membagi sedikit masalahmu kepadaku agar aku juga ikut menanggung masalah itu besama denganmu. #so sweet yaa
Entah apa namanya itu, aku hanya ingin selalu di dekatmu ketika kau senang bahkan ketika kau berada dalam kesedihanmu itu. Apakah ini namanya cinta??? Apakah aku harus jujur kepadamu tentang apa yang ku rasakan ini??? Ku rasa itu tak perlu.
Tapi belakangan ini aku lebih memilih diam. Aku terlalu takut untuk berjalan bersamamu. Aku takut tak sepadan denganmu. Aku takut kau terlalu sempurna untukku. Aku takut bahuku tidak kuat menjadi tempat sandaranmu, aku takut tanganku tak mampu menyeka air mata yang jatuh di pipimu bahkan aku tidak mampu memberikanmu sesuatu yang membuat engkau senang. Aku takut kehadiranku malah useless dalam hidupmu.
Aku menyimpannya rapat-rapat dilubuk hatiku. Aku hanya ingin jadi seseorang yang selalu ada buatmu, ingatlah itu. Aku tidak mengeluarkan sepatah kata pun tentang apa yang kurasakan saat aku dekat denganmu dan saat kau bercerita dengan semangatnya. Semua hal kau ceritakan padaku, termasuk keluarga. Makasih untuk cerita dan keterbukaanmu itu :)
Aku menyempatkan diri setiap malam untuk berdoa kepada Tuhan agar kau selalu terjaga untukku. Tapi sepertinya aku harus mengubur setiap impian yang ada dalam anganku ini.
Kadang aku ingin datang ke hadapanmu. Aku ingin menceritkan rasa yang telah kupendam ini. Walaupun aku sudah terlambat untuk mengakuinya, bahkan mungkin tidak ada lagi gunanya aku menceritakan hal ini. Toh sebentar lagi aku sudah harus pergi dari tempat itu dan kita akan terpisah. Aku takkan ada lagi untuk slalu menjagamu dan bahkan terkadang lebih nyaman untuk memerhatikanmu dari kejauhan.
Aku yakin kau mendengar semua hal yang ku ucapakn hari ini ditempat ini. Aku ingin kau tahu walaupun rasanya sia-sia. Lega rasanya bisa menuangkan ini semua hanya untukmu.
Aku ingin sekali menceritakan semua hal yang kurasakan selama ini kepadamu.
Jaga dirimu baik-baik disana. Belajar yang serius dan semangatlah disana mengejar mimpi dan citamu. Aku akan slalu setia menunggu kabar-kabar bahagia darimu. Pintaku jangan pernah lupakan aku walau aku tak sesempurna mereka yang kau harapkan. Sering-sering kasih kabar ya tampan :)
Dan walaupun nanti aku sudah pergi meninggalkanmu di tempat itu, doaku akan selalu mengalir untukmu.
Apa kau sudah mulai menikmati liburanmu??
Dan jawabanku adalah "sesungguhnya ini bukan libur, aku hanya berpindah tempat untuk belajar"
Hari itu, ya kemarin-kemarin dan kemarinnya lagi seharusnya aku mengungkapkan semua hal yang kurasakan tentangmu.
Tentang bagaimana perasaanku saat aku bertemu denganmu,
saat aku dekat denganmu bahkan ketika kau tak berada disampingku sekarang.
Hari itu, ya hari ketika kita pertama kali bertemu.
Ingatkah kau?
Aku memang tak langsung jatuh hati kepadamu.
Aku bukanlah orang yang percaya cinta itu tumbuh pada pandangan pertama.
Kau bukanlah pria paling tampan yang pernah ku kenal,
kau bukan pria yang lemah lembut pada wanita,
bahkan terkadang kau tidak memperdulikan penampilanmu,
kau juga bukanlah pria yang sangat jenius.
Kau lebih bisa dibilang pria bawel yang penuh komentar dan suka ngejekin aku.
Namun dengan semua itu aku menemukan hal yang berbeda darimu.
Aku suka ketika kau berbicara padaku.
Kau menceritakan hal yang kau alami dengan begitu semangatnya,
aku suka ketika kau tersenyum padaku, ya, senyuman yang sangat maskulin itu.
Bahkan bisa di bilang aku suka semua moment ketika aku harus berhadapan denganmu.
Aku menyadari betapa nyamannya diriku ketika dekat denganmu walau kau banyak komentar tentangku.
Kadang aku merasa aku sudah sangat dekat denganmu dan sudah sangat mengenalmu.
#kadang
Tapi ketika kau mengalami kesedihan, jauh dilubuk hatiku aku lebih sedih.
Aku masih ingat waktu itu kau sedih karena keadaan saudarimu yang sedang sakit.
Walaupun kau berusaha menyimpan segala sesuatunya didalam hatimu, aku cukup tau tentang itu. #eeaaaaakkkk :D
Aku juga tau kau tidak ingin orang lain ikut merasakan beban dan kesedihan yang sedang kau rasakan.
Emang sih dari bibirmu itu selau terpancar senyuman indahmu tetapi sebenarnya jauh didalam hatimu kau bersedih dan menangis, aku tau itu.
Ingin sekali rasanya aku memberikan bahuku ini sebagai tempat sandaran kepalamu yang penat memikirkan semuanya itu, memberikan tangan ini untuk menyeka setiap peluh dan air mata yang jatuh dari matamu yang bulat berwarna hitam itu.
Aku berdoa dalam hatiku agar Tuhan membagi sedikit masalahmu kepadaku agar aku juga ikut menanggung masalah itu besama denganmu. #so sweet yaa
Entah apa namanya itu, aku hanya ingin selalu di dekatmu ketika kau senang bahkan ketika kau berada dalam kesedihanmu itu. Apakah ini namanya cinta??? Apakah aku harus jujur kepadamu tentang apa yang ku rasakan ini??? Ku rasa itu tak perlu.
Tapi belakangan ini aku lebih memilih diam. Aku terlalu takut untuk berjalan bersamamu. Aku takut tak sepadan denganmu. Aku takut kau terlalu sempurna untukku. Aku takut bahuku tidak kuat menjadi tempat sandaranmu, aku takut tanganku tak mampu menyeka air mata yang jatuh di pipimu bahkan aku tidak mampu memberikanmu sesuatu yang membuat engkau senang. Aku takut kehadiranku malah useless dalam hidupmu.
Aku menyimpannya rapat-rapat dilubuk hatiku. Aku hanya ingin jadi seseorang yang selalu ada buatmu, ingatlah itu. Aku tidak mengeluarkan sepatah kata pun tentang apa yang kurasakan saat aku dekat denganmu dan saat kau bercerita dengan semangatnya. Semua hal kau ceritakan padaku, termasuk keluarga. Makasih untuk cerita dan keterbukaanmu itu :)
Aku menyempatkan diri setiap malam untuk berdoa kepada Tuhan agar kau selalu terjaga untukku. Tapi sepertinya aku harus mengubur setiap impian yang ada dalam anganku ini.
Kadang aku ingin datang ke hadapanmu. Aku ingin menceritkan rasa yang telah kupendam ini. Walaupun aku sudah terlambat untuk mengakuinya, bahkan mungkin tidak ada lagi gunanya aku menceritakan hal ini. Toh sebentar lagi aku sudah harus pergi dari tempat itu dan kita akan terpisah. Aku takkan ada lagi untuk slalu menjagamu dan bahkan terkadang lebih nyaman untuk memerhatikanmu dari kejauhan.
Aku yakin kau mendengar semua hal yang ku ucapakn hari ini ditempat ini. Aku ingin kau tahu walaupun rasanya sia-sia. Lega rasanya bisa menuangkan ini semua hanya untukmu.
Aku ingin sekali menceritakan semua hal yang kurasakan selama ini kepadamu.
Jaga dirimu baik-baik disana. Belajar yang serius dan semangatlah disana mengejar mimpi dan citamu. Aku akan slalu setia menunggu kabar-kabar bahagia darimu. Pintaku jangan pernah lupakan aku walau aku tak sesempurna mereka yang kau harapkan. Sering-sering kasih kabar ya tampan :)
Dan walaupun nanti aku sudah pergi meninggalkanmu di tempat itu, doaku akan selalu mengalir untukmu.
Kamis, 19 Desember 2013
Sini, sini, tengoklah sini
sekarang tanggal 19 Desember 2013,
artinya ini adalah H-12 menuju 2014
hari dimana orang-orang kebanyakan di tempat ini memikirkan strategi terbaik untuk menyelesaikan semua tugas yang FREE WITHOUT ANY FEE diberikan oleh dosen kami yang tidak pernah memikirkan perasaan mahasiswanya untuk bisa liburan bersama keluarga, sebentar sajapun.
aku tak menyalahkan mereka,
aku juga tak menyesal kuliah di tempat ini,
yang total memang punya peraturan keras.
Di penghujung tahun ini akan banyak orang yang memikirkan hal-hal terakhir yang berkesan menurut mereka masing-masing.
tukang rumput akan mengingat hari terakhir di tahun ini dia membabat rumput
#teringat bapak2 gardener yang tadi siang babat rumput di lapangan hijau
tukang bakso akan mengingat total penjualan hari terakhir di tahun ini
bapak dan ibu guru akan mengingat detail murid yang mendapat juara 1 di semester ini
dosen akan mengingat hari terkahir masuk kelas dan ngasih tugas tambahan kepada mahasiswa yang rajin2 dan ramah2 :D
mahasiswa juga akan mengingat siapa saja dosen yang memberi setumpuk tugas di akhir tahun ini
dan aku sendiri bagaimana?
aku akan mengingat hari terakhir aku melihat senyum manis dosen pembimbingku
teman2 satu TA juga akan slalu ku ingatlah ya
aku juga pasti akan ingat gimana wajah teman2 sekelasku yang sedang dilanda duka karena tugas
tugas yang akan mewarnai hari liburan kami, Natal dan tahun baru ini
mikirin proyek FCBD, SDPM, dan
TA
ya, tugas akhir
nanti sebegitu masuk di tahun yang baru, kami akan sidang TA-1
begitu namanya disebut disini.
oh, diawali dengan UAS tahe.
UAS dulu baru sidang TA-1.
wah, dahsyat!
mana bisa aku menikmati libur nanti.
gimana caranya?
uhh -_-
aku akan merindukanmu toq zepri yang rada idiot,
teman berantem tiap hari di kelas.
teman menggila ketawak :D
dan yang pasti,
aku akan mengingat siapa saja nanti yang akan mengirimiku ucapan Natal dan tahun baru
aku pasti ingat siapa saja yang akan menyalamiku dan memelukku saat nanti tanggal 21 Desember waktunya IB keseluruhan mahasiswa di tempat ini
dan aku tentu saja tidak akan melupakanmu, ya, kau!
tidak akan pernah
walaupun akhir-akhir ini aku terkesan semakin menjauh darimu,
biarkan sajalah itu terjadi.
aku tampaknya mulai takut dengan semua kejadian aneh selama kita berteman
aku hanya tak ingin memiliki rasa yang semakin aneh yang takkan mungkin bisa ku miliki karna aku bukan milikmu, aku miliknya
tapi tenang saja,
aku akan mengingat senyum manismu untuk terakhir kalinya di tahun 2013 ini
senyummu selama ini udah cukup maskulin untuk menghiburku
makasih :)
aku akan merindukan senyum maskulin itu dan suara bassmu sepanjang libur nanti
sampai ketemu tahun depan,
di tahun yg baru :D
artinya ini adalah H-12 menuju 2014
hari dimana orang-orang kebanyakan di tempat ini memikirkan strategi terbaik untuk menyelesaikan semua tugas yang FREE WITHOUT ANY FEE diberikan oleh dosen kami yang tidak pernah memikirkan perasaan mahasiswanya untuk bisa liburan bersama keluarga, sebentar sajapun.
aku tak menyalahkan mereka,
aku juga tak menyesal kuliah di tempat ini,
yang total memang punya peraturan keras.
Di penghujung tahun ini akan banyak orang yang memikirkan hal-hal terakhir yang berkesan menurut mereka masing-masing.
tukang rumput akan mengingat hari terakhir di tahun ini dia membabat rumput
#teringat bapak2 gardener yang tadi siang babat rumput di lapangan hijau
tukang bakso akan mengingat total penjualan hari terakhir di tahun ini
bapak dan ibu guru akan mengingat detail murid yang mendapat juara 1 di semester ini
dosen akan mengingat hari terkahir masuk kelas dan ngasih tugas tambahan kepada mahasiswa yang rajin2 dan ramah2 :D
mahasiswa juga akan mengingat siapa saja dosen yang memberi setumpuk tugas di akhir tahun ini
dan aku sendiri bagaimana?
aku akan mengingat hari terakhir aku melihat senyum manis dosen pembimbingku
teman2 satu TA juga akan slalu ku ingatlah ya
aku juga pasti akan ingat gimana wajah teman2 sekelasku yang sedang dilanda duka karena tugas
tugas yang akan mewarnai hari liburan kami, Natal dan tahun baru ini
mikirin proyek FCBD, SDPM, dan
TA
ya, tugas akhir
nanti sebegitu masuk di tahun yang baru, kami akan sidang TA-1
begitu namanya disebut disini.
oh, diawali dengan UAS tahe.
UAS dulu baru sidang TA-1.
wah, dahsyat!
mana bisa aku menikmati libur nanti.
gimana caranya?
uhh -_-
aku akan merindukanmu toq zepri yang rada idiot,
teman berantem tiap hari di kelas.
teman menggila ketawak :D
dan yang pasti,
aku akan mengingat siapa saja nanti yang akan mengirimiku ucapan Natal dan tahun baru
aku pasti ingat siapa saja yang akan menyalamiku dan memelukku saat nanti tanggal 21 Desember waktunya IB keseluruhan mahasiswa di tempat ini
dan aku tentu saja tidak akan melupakanmu, ya, kau!
tidak akan pernah
walaupun akhir-akhir ini aku terkesan semakin menjauh darimu,
biarkan sajalah itu terjadi.
aku tampaknya mulai takut dengan semua kejadian aneh selama kita berteman
aku hanya tak ingin memiliki rasa yang semakin aneh yang takkan mungkin bisa ku miliki karna aku bukan milikmu, aku miliknya
tapi tenang saja,
aku akan mengingat senyum manismu untuk terakhir kalinya di tahun 2013 ini
senyummu selama ini udah cukup maskulin untuk menghiburku
makasih :)
aku akan merindukan senyum maskulin itu dan suara bassmu sepanjang libur nanti
sampai ketemu tahun depan,
di tahun yg baru :D
Jumat, 13 Desember 2013
Needs time to think first before start writing
Well...
This is Friday.
What do you think of Friday?
If you ask me and or my friends here,
utmost us here will say that today is a funny day.
Study only a half day.
And the most important point is,
the next day is Saturday, it means weekend.
Weekend!!!
Happy happy.
Happy to do the tasks.
Happy to see the projects.
Happy to enjoy the night and morning.
Is that the meaning of happy?
No!!
Happy means free of tasks.
Happy means free of projects.
Freely doing everything and eating all meals :)
This is Friday.
What do you think of Friday?
If you ask me and or my friends here,
utmost us here will say that today is a funny day.
Study only a half day.
And the most important point is,
the next day is Saturday, it means weekend.
Weekend!!!
Happy happy.
Happy to do the tasks.
Happy to see the projects.
Happy to enjoy the night and morning.
Is that the meaning of happy?
No!!
Happy means free of tasks.
Happy means free of projects.
Freely doing everything and eating all meals :)
Senin, 09 Desember 2013
Story of LDR
Pertama kan jatuh cinta.
Ya aku jatuh cinta kepadamu.
Next you said love to me.
Aku mau mau mau.
Then kita jadian via internet.
LDR starts here.
Nah yang sulit untuk sekarang adalah bagaimana cara mempertahankan hubungan ini.
Semoga LDR tetap langgeng.
Maaf kalo aku kadang cuek dan gadak waktu buat ngabarin.
Maaf ya hasianku..
Aku gak maksud untuk tetap diam.
Ayolah baikan..
Speak up!!
Sabtu, 07 Desember 2013
Senyummu Semangatku :)
Kelasku seringan dapat giliran ke 523 atau 711.
Seperti biasa, aku nyimpan laptop juga di ruangan 523, kejauhan kalo harus ke 521.
Suatu pagi, aku harus agak terburu-buru mau ngambil laptop ke 523.
Tapi ternyata kelas kami bukan sedang disitu, yg disitu saat itu adalah adek-adek tingkat satu.
Aku berjalan menaiki tangga deket language center menuju ruangan yg dimaksud.
Sampe disitu, masih hanya ada sekitar 4 atau 5 orang saja.
Sepi kan?
Iyah..
Memang masih sepi.
Lalu tetiba, deeeeeeeeeeeegggg!!!
Ada yang menyapaku, "Pagi kakak".
logikanya itu pasti adek tingkat satu kan???
Perlahan aku menoleh.
Sebetulnya aku udah hapal betul sama suara itu.
Suara bass yang kadang bikin hatiku bergetar walau hanya mendengarnya sebentar.
Aku GR setelah ku tau kalo dia memang adalah si adek itu loh yg punya warna kulit senada denganku :D
Ciek ciek yang lagi GR :D
Gak ku sangka bisa bertemu di situ dan ahhhh, senyumnya manis sekali pagi itu..
Manisss, serius aku :)
Aku memang slalu merasa dan menganggap kalo dia itu berbeda dari yang lainnya, dan yah responku juga lebih manis ke dia dibanding teman lainnya.
Ah bukan, jangan GR tikong!!!
Itu tadi hanya sapaan biasa sama kakak kelas.
Stop GR mu itu tikong!!
Next cerita, but still in the same day.
Nah dilanjut lagi malamnya..
Aku dari kantin menuju base camp, 523 :)
Sebenarnya, dari jauh kedua bola mataku udah melihatmu loh di entrance hall bersama teman2mu.
Tapi jujur entah kenapa aku gak sanggup melihat terus dan fokus kedepan.
Mulai dari tikungan audit aku udah salah tingkah dan lalu merogoh kantongku mencari smartphone kesayanganku.
Kemudian aku belagak sibuk dengan kedua tanganku yang mengutak-atik si HP ini dan pura-pura tidak tau kalo kau sedang duduk di dekat situ.
Ini memang hal default yang ku lakukan kalo lagi salting.
Sebenarnya gadak apa-apa di smartphone kesayanganku ini, no messages or any calls.
Seolah ada yang sedang kucari di dalam HPku.
Tapi aku terus saja melangkah, semakin dekat dan semakin dekat.
Jujur ya, jantungku udah bergetar tak menentu, berdegup tak sewajarnya.
Ahh, gak mungkin aku mutar balik ke kantin, seolah ada yang tinggal disana.
Gak mungkin!!!
Oke, be nature.
Aku berjalan terus dan diam saja, seperti biasa dengan gaya default yang ku bilang tadi.
Hanya, berjarak setengah meter, tetiba kau menyapaku.
Sebenarnya cuman bilang "malam kakak".
Tapi entah apalah istimewanya sapaanmu itu dek.
Kadang aku bingung sendiri sama pikiran idiotku.
Mungkin karna sapaanmu terlalu khas terhadapku dan suaramu terlalu bass untuk dilupakan.
Ya totally, aku hapal suaramu dan desah napas serta senyumanmu yang menawan itu, menggoda kalo aku yang bilang :)
Dan juga, aku masih ingat pertama kali kau datang ke kampus ini bersama keluargamu dan tinggal di guest house.
Kau brjalan dengan celana selutut dan ku akui ada aura angkuh saat kau brjalan melewati entrans hall tempat kami belajar waktu itu.
Terlihat kalo kau kesannya a half cool and half of angkuh.
Entahlah..
Tapi aku ingat, itu adalah pertemuan pertama denganmu.
Terpikat!!
Ya, itulah kata yang tepat untukku saat melihatmu.
Waktu itu aku belom punya pacar, masih tahap pendekatan.
Setelah itu, kau datang lagi ke kampus ini kedua kalinya, tapi bukan ke GH lagi, kini kau pergi ke studio.
Kalo gak salah, kau hanya berdua dengan temanmu yg kulitnya agak beda dari kulit kita berdua.
Ah tak taulah udah sejak kapan aku memerhatikanmu.
Belum lagi pas PCA, disaat aku bener2 ingat kalo cowok yang pake celana selutut itu beneran jadi mahasiswa del.
walaupun udah dibotakin dan udah gak se-memesona atau se-memikat dulu, tapi aura itu masih tetap ada.
Walau jelek pas kau lagi PCA, aku masih tetap ingat samamu :)
Itulah kan yg salah dariku, ntah kenapa aku terlalu mengingat setiap detail tentangmu.
Di audit pertama kalinya aku mendengar suaramu.
Oh bukan!!!
Sini sini aku kasih tau..
Yang ku ingat pertama kali itu waktu kalian tes kesehatan di aspi dan aku baru saja tiba di depan aspi, dengan barang2 di tasku, untuk ikut Summer School.
Anak 13 lagi mau baris di depan aspi dan kulihat kau sedang celingak-celinguk nyariin payung yang ketukar entah sama siapa.
Ingatkah kau kalo kemaren itu aku nanyain kau?
"Yang gimana payungnya dek, warna apa?"
Trus dengan nada agak sombong kau ngejawab "aku gaktau pulak yg motif gimana kak, tapi payungnya warna biru, agak cantiklah karna itu punya kakakku".
Jreng,
Itulah obrolan pertama denganmu.
Menurutku kata2 itu agak nekat dan setipe dengan sombong jika kau memang sedang berbicara dengan kakak tingkat, apalagi udah tingkat 3 nih yang ngajak kau ngobrol.
hellow!!!
tapi gaktau kenapa, sifat angkuhmu itu membuatku cukup tertarik untuk pengen kenal lebih dekat denganmu.
dalam hati aku bilang gini "awaslah nnti ya kalo uda masuk kuliah. awas kalo kau udah dekat samaku, akan ku ajari gimana caranya ramah dan gak sombong sama kakak tingkat"
haha, itu sekedar kata2 yg timbul saat aku sedang menulis blog ini.
forget it!!
Gaya sapaanmu di tiap hariku selalu sama, senada dan sukses bikin aku melted tiap ketemu kau.
Tapi ya, ntah apa yang bikin kau juga memerhatikanku.
Kali ini aku gak GR ya, tapi kau betul2 memerhatikanku juga.
Buktinya kau terdengar sedikit cemburu ketika aku punya foto berdua pas kopi sore dengan temanmu,
dan foto denganmu gak ada.
Kau cemburu kan waktu kau bilang itu samaku?
I know that.
Sesungguhnya aku juga pengen loh punya foto brdua denganmu.
Pengen!!!
Tapi malam itu kau langsung saja keluar audit dan ku lihat kau celingak-celinguk mintak dipanggil untuk foto berdua pakek DSLR ku.
hellow!!!
aku gengsi dong utk ngajakin kau.
kenapa gak kau aja yg diluan ngajakin poto?
aku pasti sangat senang dan bahagia, dan senyum merona pasti muncul.
Tapi karna itu hanya hayalanku saja, lupakanlah!!!
Back to the topic.
Terkait sapaanmu malam tadi, ah ya sudahlah!! Peristiwanya terjadi terlalu cepat, bahkan sebelum aku menyadari bahwa dirimu menyapa aku dengan senyuman jutaan volt mu. Entah apa maksud dari senyuman itu yang membuatku terus saja memikirkannya sampai aku tertidur pulas.
Terimakasih buat sapaanmu,
terimakasih buat senyummu,
senyum yang membuat hari2ku di semester 5 ini menjadi hari yang indah.
Cukup perhatian kecil darimu,
cukup senyum manismu
dan cukup jika itu hanya sekedar sapaan utkku.
Yaa..
cukup hanya itu..
aku senang :)
Seperti biasa, aku nyimpan laptop juga di ruangan 523, kejauhan kalo harus ke 521.
Suatu pagi, aku harus agak terburu-buru mau ngambil laptop ke 523.
Tapi ternyata kelas kami bukan sedang disitu, yg disitu saat itu adalah adek-adek tingkat satu.
Aku berjalan menaiki tangga deket language center menuju ruangan yg dimaksud.
Sampe disitu, masih hanya ada sekitar 4 atau 5 orang saja.
Sepi kan?
Iyah..
Memang masih sepi.
Lalu tetiba, deeeeeeeeeeeegggg!!!
Ada yang menyapaku, "Pagi kakak".
logikanya itu pasti adek tingkat satu kan???
Perlahan aku menoleh.
Sebetulnya aku udah hapal betul sama suara itu.
Suara bass yang kadang bikin hatiku bergetar walau hanya mendengarnya sebentar.
Aku GR setelah ku tau kalo dia memang adalah si adek itu loh yg punya warna kulit senada denganku :D
Ciek ciek yang lagi GR :D
Gak ku sangka bisa bertemu di situ dan ahhhh, senyumnya manis sekali pagi itu..
Manisss, serius aku :)
Aku memang slalu merasa dan menganggap kalo dia itu berbeda dari yang lainnya, dan yah responku juga lebih manis ke dia dibanding teman lainnya.
Ah bukan, jangan GR tikong!!!
Itu tadi hanya sapaan biasa sama kakak kelas.
Stop GR mu itu tikong!!
Next cerita, but still in the same day.
Nah dilanjut lagi malamnya..
Aku dari kantin menuju base camp, 523 :)
Sebenarnya, dari jauh kedua bola mataku udah melihatmu loh di entrance hall bersama teman2mu.
Tapi jujur entah kenapa aku gak sanggup melihat terus dan fokus kedepan.
Mulai dari tikungan audit aku udah salah tingkah dan lalu merogoh kantongku mencari smartphone kesayanganku.
Kemudian aku belagak sibuk dengan kedua tanganku yang mengutak-atik si HP ini dan pura-pura tidak tau kalo kau sedang duduk di dekat situ.
Ini memang hal default yang ku lakukan kalo lagi salting.
Sebenarnya gadak apa-apa di smartphone kesayanganku ini, no messages or any calls.
Seolah ada yang sedang kucari di dalam HPku.
Tapi aku terus saja melangkah, semakin dekat dan semakin dekat.
Jujur ya, jantungku udah bergetar tak menentu, berdegup tak sewajarnya.
Ahh, gak mungkin aku mutar balik ke kantin, seolah ada yang tinggal disana.
Gak mungkin!!!
Oke, be nature.
Aku berjalan terus dan diam saja, seperti biasa dengan gaya default yang ku bilang tadi.
Hanya, berjarak setengah meter, tetiba kau menyapaku.
Sebenarnya cuman bilang "malam kakak".
Tapi entah apalah istimewanya sapaanmu itu dek.
Kadang aku bingung sendiri sama pikiran idiotku.
Mungkin karna sapaanmu terlalu khas terhadapku dan suaramu terlalu bass untuk dilupakan.
Ya totally, aku hapal suaramu dan desah napas serta senyumanmu yang menawan itu, menggoda kalo aku yang bilang :)
Dan juga, aku masih ingat pertama kali kau datang ke kampus ini bersama keluargamu dan tinggal di guest house.
Kau brjalan dengan celana selutut dan ku akui ada aura angkuh saat kau brjalan melewati entrans hall tempat kami belajar waktu itu.
Terlihat kalo kau kesannya a half cool and half of angkuh.
Entahlah..
Tapi aku ingat, itu adalah pertemuan pertama denganmu.
Terpikat!!
Ya, itulah kata yang tepat untukku saat melihatmu.
Waktu itu aku belom punya pacar, masih tahap pendekatan.
Setelah itu, kau datang lagi ke kampus ini kedua kalinya, tapi bukan ke GH lagi, kini kau pergi ke studio.
Kalo gak salah, kau hanya berdua dengan temanmu yg kulitnya agak beda dari kulit kita berdua.
Ah tak taulah udah sejak kapan aku memerhatikanmu.
Belum lagi pas PCA, disaat aku bener2 ingat kalo cowok yang pake celana selutut itu beneran jadi mahasiswa del.
walaupun udah dibotakin dan udah gak se-memesona atau se-memikat dulu, tapi aura itu masih tetap ada.
Walau jelek pas kau lagi PCA, aku masih tetap ingat samamu :)
Itulah kan yg salah dariku, ntah kenapa aku terlalu mengingat setiap detail tentangmu.
Di audit pertama kalinya aku mendengar suaramu.
Oh bukan!!!
Sini sini aku kasih tau..
Yang ku ingat pertama kali itu waktu kalian tes kesehatan di aspi dan aku baru saja tiba di depan aspi, dengan barang2 di tasku, untuk ikut Summer School.
Anak 13 lagi mau baris di depan aspi dan kulihat kau sedang celingak-celinguk nyariin payung yang ketukar entah sama siapa.
Ingatkah kau kalo kemaren itu aku nanyain kau?
"Yang gimana payungnya dek, warna apa?"
Trus dengan nada agak sombong kau ngejawab "aku gaktau pulak yg motif gimana kak, tapi payungnya warna biru, agak cantiklah karna itu punya kakakku".
Jreng,
Itulah obrolan pertama denganmu.
Menurutku kata2 itu agak nekat dan setipe dengan sombong jika kau memang sedang berbicara dengan kakak tingkat, apalagi udah tingkat 3 nih yang ngajak kau ngobrol.
hellow!!!
tapi gaktau kenapa, sifat angkuhmu itu membuatku cukup tertarik untuk pengen kenal lebih dekat denganmu.
dalam hati aku bilang gini "awaslah nnti ya kalo uda masuk kuliah. awas kalo kau udah dekat samaku, akan ku ajari gimana caranya ramah dan gak sombong sama kakak tingkat"
haha, itu sekedar kata2 yg timbul saat aku sedang menulis blog ini.
forget it!!
Gaya sapaanmu di tiap hariku selalu sama, senada dan sukses bikin aku melted tiap ketemu kau.
Tapi ya, ntah apa yang bikin kau juga memerhatikanku.
Kali ini aku gak GR ya, tapi kau betul2 memerhatikanku juga.
Buktinya kau terdengar sedikit cemburu ketika aku punya foto berdua pas kopi sore dengan temanmu,
dan foto denganmu gak ada.
Kau cemburu kan waktu kau bilang itu samaku?
I know that.
Sesungguhnya aku juga pengen loh punya foto brdua denganmu.
Pengen!!!
Tapi malam itu kau langsung saja keluar audit dan ku lihat kau celingak-celinguk mintak dipanggil untuk foto berdua pakek DSLR ku.
hellow!!!
aku gengsi dong utk ngajakin kau.
kenapa gak kau aja yg diluan ngajakin poto?
aku pasti sangat senang dan bahagia, dan senyum merona pasti muncul.
Tapi karna itu hanya hayalanku saja, lupakanlah!!!
Back to the topic.
Terkait sapaanmu malam tadi, ah ya sudahlah!! Peristiwanya terjadi terlalu cepat, bahkan sebelum aku menyadari bahwa dirimu menyapa aku dengan senyuman jutaan volt mu. Entah apa maksud dari senyuman itu yang membuatku terus saja memikirkannya sampai aku tertidur pulas.
Terimakasih buat sapaanmu,
terimakasih buat senyummu,
senyum yang membuat hari2ku di semester 5 ini menjadi hari yang indah.
Cukup perhatian kecil darimu,
cukup senyum manismu
dan cukup jika itu hanya sekedar sapaan utkku.
Yaa..
cukup hanya itu..
aku senang :)
Jumat, 06 Desember 2013
Good morning home town
This is Saturday morning and I'm in the hospital now, then I'm trying to write a simple note, a way for the future to remember all things in the past.
Trying to think firstly what I will type on my keyboard while once seeing on the 14 inch screen.
I'm now staying in the biggest hospital in my hometown, Pematangsiantar, named Vita Insani Hospital.
Biggest hospital I said based on what almost people here said :)
Biggest hospital I said based on what almost people here said :)
I'm here to accompany my second oldest brother who just had an operation two days ago.
I'm sleeping here just on the night and sure tonight also will sleep in here, caring of him.
The room is very big, full of all the nice stuffes.
There's a hot-and-cool shower, which I've used last night when I arrived from my campus.
Showering such at 10 PM was not a problem and actually 'twas funny and I want to try that hot water again for tonight :D
#there is no hot-water-shower in my campus :)
#there is no hot-water-shower in my campus :)
There's an AC which made me feel so comfortable slept in the night, even it's only five hours without any afraidness to awake in the midnight.
Yes only five hours sleeping because I was really enjoyed the very smooth wifi in this hospital along my latenight, hahahaha :)
The freezer was big enough to save our big big fruits and meals and kept it fresh inside.
There's also an LCD TV, can really feel enjoying the long day without any boring.
This extra bed made me comfort to stay a half sleep or half sit while I enjoyed my browser and sometimes enjoyed the TV.
So so so nice room.
Yes, my brother is having a nice position in his office and that's the reason he got this nice room in a nice hospital like this.
Assurance from his place of working.
Yes, he works in a top three banks in my country, named Mandiri Bank.
And now he is a "Relationship Manager".
I'm proud have a brader like him, and hope I can be like him some day soon.
Anw, get well soon masbroh.
I'll be here until tomorrow evening before going back to campus, to be with you here brader.
I won't let anything wrong be happened to you even you sometimes are so "what to say, kind of cruel maybe :p".
I'm still here caring of you brader :)
The freezer was big enough to save our big big fruits and meals and kept it fresh inside.
There's also an LCD TV, can really feel enjoying the long day without any boring.
This extra bed made me comfort to stay a half sleep or half sit while I enjoyed my browser and sometimes enjoyed the TV.
So so so nice room.
Yes, my brother is having a nice position in his office and that's the reason he got this nice room in a nice hospital like this.
Assurance from his place of working.
Yes, he works in a top three banks in my country, named Mandiri Bank.
And now he is a "Relationship Manager".
I'm proud have a brader like him, and hope I can be like him some day soon.
Anw, get well soon masbroh.
I'll be here until tomorrow evening before going back to campus, to be with you here brader.
I won't let anything wrong be happened to you even you sometimes are so "what to say, kind of cruel maybe :p".
I'm still here caring of you brader :)
Kamis, 05 Desember 2013
Long time no see you, my blog!!
Hello, I hope everything's OK when I come and visit this blog.
http://kartika-del11.blogspot.com/ is mine, that is my blog's link.
I've bookmark it on my browser.
but this noon you know guys, when I click on this bookmark, I don't see my blog.
Where's my "Fresh Like an Apple"?
This what I open is not mine.
It's not my blog.
Well, it's "info seputar sepakbola"
And I know it's you boys.
This also is you boys "http://holeknowledge.blogspot.com", right?
How could your timeline is shown in my screen when I clicked on my bookmark?
Oh my!!!!
But then I add the friend to my circle in google.
hahaha, first time to add some body else.
OK then, forget it.
Let it flow out or up to you what will be.
Here I want to describe what I'm feeling now.
Still about the young boy, ups, young man.
Yep, he totally successful catch my thinking.
I don't know whether now is my thinking is still true or not about you, yes you!
I don't know why must be like this.
Too much don't know make me dizzy.
I don't know since when and until when I become your secret admire, ups!!
He is still he.
But I've already have a boyfriend.
His name is Anggi and I ♥ Anggi as well.
But in my campus I have another man to tell to you hey.
Actually I like him but I don't him to be mine.
I like to be his,,,, what to say..
I want to be just a comforter for him.
In my campus I nominated as a smart student in English.
Sorry not my want to be selfish but I just want to tell other side of this smartness.
He can't study English as well (he said it to me) and he'd told me so many times about his weakness in English.
For so many times he said also that he wanted me to teach him about English because his midterm result for English got D.
He needs me now maybe :)
And last two nights, Tuesday 3 December, he had a scheduled job as my campus said it "piket kantin".
This started from dinner when we passed in front of the canteen.
He wanted me to teach him about their HW for the next day, English definitely.
Honestly I want say, his smile was so gorgeous as usual and his voice is very bass.
He told to me not so far, or let me say that we're so near then my heart beat fast.
Poor me!!
I've already have a boy friend, right???
But I don't know why if I meet him, I become so SALTING in Bahasa.
Next, he waited me in the entrance hall and then we talked for a while before starting to learn English.
Firstly we only stand up, talk, and laugh :D
Then he bought a sirsak juice and try to offer it to me.
Actually I don't wanna accept it at the first, agak segan :D
"Kakak jijik ya minum punyaku" he said
And next I received it :)
After that we studied, also in entrance hall and sit in the desk.
So many people go and saw at us, and as usual with the same voice "ciiieeeeek" or "eaaaaakkk"
I couldn't warn them but I felt not comfortable too.
Ok, next I taught a little English to him and
aku merasa gak masuk akal dan kayaknya gak bisa konsen.
Jadi ku bilang aja sama dia kalo aku bakalan ngerjainnya di asrama aja.
Dan dia bilang, oh yaudah kak kalo gak bisa konsen.
Kita cerita yang lain aja ya, katanya..
hihihi, si brondong lucu :D
We talked so long from 07.40 PM - 09.00 PM
So in the night I did his HW in my bedroom.
Well done, he got 86 as his friend said to me.
I'm happy!!
:)
http://kartika-del11.blogspot.com/ is mine, that is my blog's link.
I've bookmark it on my browser.
but this noon you know guys, when I click on this bookmark, I don't see my blog.
Where's my "Fresh Like an Apple"?
This what I open is not mine.
It's not my blog.
Well, it's "info seputar sepakbola"
And I know it's you boys.
This also is you boys "http://holeknowledge.blogspot.com", right?
How could your timeline is shown in my screen when I clicked on my bookmark?
Oh my!!!!
But then I add the friend to my circle in google.
hahaha, first time to add some body else.
OK then, forget it.
Let it flow out or up to you what will be.
Here I want to describe what I'm feeling now.
Still about the young boy, ups, young man.
Yep, he totally successful catch my thinking.
I don't know whether now is my thinking is still true or not about you, yes you!
I don't know why must be like this.
Too much don't know make me dizzy.
I don't know since when and until when I become your secret admire, ups!!
He is still he.
But I've already have a boyfriend.
His name is Anggi and I ♥ Anggi as well.
But in my campus I have another man to tell to you hey.
Actually I like him but I don't him to be mine.
I like to be his,,,, what to say..
I want to be just a comforter for him.
In my campus I nominated as a smart student in English.
Sorry not my want to be selfish but I just want to tell other side of this smartness.
He can't study English as well (he said it to me) and he'd told me so many times about his weakness in English.
For so many times he said also that he wanted me to teach him about English because his midterm result for English got D.
He needs me now maybe :)
And last two nights, Tuesday 3 December, he had a scheduled job as my campus said it "piket kantin".
This started from dinner when we passed in front of the canteen.
He wanted me to teach him about their HW for the next day, English definitely.
Honestly I want say, his smile was so gorgeous as usual and his voice is very bass.
He told to me not so far, or let me say that we're so near then my heart beat fast.
Poor me!!
I've already have a boy friend, right???
But I don't know why if I meet him, I become so SALTING in Bahasa.
Next, he waited me in the entrance hall and then we talked for a while before starting to learn English.
Firstly we only stand up, talk, and laugh :D
Then he bought a sirsak juice and try to offer it to me.
Actually I don't wanna accept it at the first, agak segan :D
"Kakak jijik ya minum punyaku" he said
And next I received it :)
After that we studied, also in entrance hall and sit in the desk.
So many people go and saw at us, and as usual with the same voice "ciiieeeeek" or "eaaaaakkk"
I couldn't warn them but I felt not comfortable too.
Ok, next I taught a little English to him and
aku merasa gak masuk akal dan kayaknya gak bisa konsen.
Jadi ku bilang aja sama dia kalo aku bakalan ngerjainnya di asrama aja.
Dan dia bilang, oh yaudah kak kalo gak bisa konsen.
Kita cerita yang lain aja ya, katanya..
hihihi, si brondong lucu :D
We talked so long from 07.40 PM - 09.00 PM
So in the night I did his HW in my bedroom.
Well done, he got 86 as his friend said to me.
I'm happy!!
:)
Langganan:
Komentar (Atom)

