Kelasku seringan dapat giliran ke 523 atau 711.
Seperti biasa, aku nyimpan laptop juga di ruangan 523, kejauhan kalo harus ke 521.
Suatu pagi, aku harus agak terburu-buru mau ngambil laptop ke 523.
Tapi ternyata kelas kami bukan sedang disitu, yg disitu saat itu adalah adek-adek tingkat satu.
Aku berjalan menaiki tangga deket language center menuju ruangan yg dimaksud.
Sampe disitu, masih hanya ada sekitar 4 atau 5 orang saja.
Sepi kan?
Iyah..
Memang masih sepi.
Lalu tetiba, deeeeeeeeeeeegggg!!!
Ada yang menyapaku, "Pagi kakak".
logikanya itu pasti adek tingkat satu kan???
Perlahan aku menoleh.
Sebetulnya aku udah hapal betul sama suara itu.
Suara bass yang kadang bikin hatiku bergetar walau hanya mendengarnya sebentar.
Aku GR setelah ku tau kalo dia memang adalah si adek itu loh yg punya warna kulit senada denganku :D
Ciek ciek yang lagi GR :D
Gak ku sangka bisa bertemu di situ dan ahhhh, senyumnya manis sekali pagi itu..
Manisss, serius aku :)
Aku
memang slalu merasa dan menganggap kalo dia itu berbeda dari yang
lainnya, dan yah responku juga lebih manis ke dia dibanding teman
lainnya.
Ah bukan, jangan GR tikong!!!
Itu tadi hanya sapaan biasa sama kakak kelas.
Stop GR mu itu tikong!!
Next cerita, but still in the same day.
Nah dilanjut lagi malamnya..
Aku dari kantin menuju base camp, 523 :)
Sebenarnya, dari jauh kedua bola mataku udah melihatmu loh di entrance hall bersama teman2mu.
Tapi jujur entah kenapa aku gak sanggup melihat terus dan fokus kedepan.
Mulai dari tikungan audit aku udah salah tingkah dan lalu merogoh kantongku mencari smartphone kesayanganku.
Kemudian
aku belagak sibuk dengan kedua tanganku yang mengutak-atik si HP ini
dan pura-pura tidak tau kalo kau sedang duduk di dekat situ.
Ini memang hal default yang ku lakukan kalo lagi salting.
Sebenarnya gadak apa-apa di smartphone kesayanganku ini, no messages or any calls.
Seolah ada yang sedang kucari di dalam HPku.
Tapi aku terus saja melangkah, semakin dekat dan semakin dekat.
Jujur ya, jantungku udah bergetar tak menentu, berdegup tak sewajarnya.
Ahh, gak mungkin aku mutar balik ke kantin, seolah ada yang tinggal disana.
Gak mungkin!!!
Oke, be nature.
Aku berjalan terus dan diam saja, seperti biasa dengan gaya default yang ku bilang tadi.
Hanya, berjarak setengah meter, tetiba kau menyapaku.
Sebenarnya cuman bilang "malam kakak".
Tapi entah apalah istimewanya sapaanmu itu dek.
Kadang aku bingung sendiri sama pikiran idiotku.
Mungkin karna sapaanmu terlalu khas terhadapku dan suaramu terlalu bass untuk dilupakan.
Ya totally, aku hapal suaramu dan desah napas serta senyumanmu yang menawan itu, menggoda kalo aku yang bilang :)
Dan juga, aku masih ingat pertama kali kau datang ke kampus ini bersama keluargamu dan tinggal di guest house.
Kau
brjalan dengan celana selutut dan ku akui ada aura angkuh saat kau
brjalan melewati entrans hall tempat kami belajar waktu itu.
Terlihat kalo kau kesannya a half cool and half of angkuh.
Entahlah..
Tapi aku ingat, itu adalah pertemuan pertama denganmu.
Terpikat!!
Ya, itulah kata yang tepat untukku saat melihatmu.
Waktu itu aku belom punya pacar, masih tahap pendekatan.
Setelah itu, kau datang lagi ke kampus ini kedua kalinya, tapi bukan ke GH lagi, kini kau pergi ke studio.
Kalo gak salah, kau hanya berdua dengan temanmu yg kulitnya agak beda dari kulit kita berdua.
Ah tak taulah udah sejak kapan aku memerhatikanmu.
Belum lagi pas PCA, disaat aku bener2 ingat kalo cowok yang pake celana selutut itu beneran jadi mahasiswa del.
walaupun udah dibotakin dan udah gak se-memesona atau se-memikat dulu, tapi aura itu masih tetap ada.
Walau jelek pas kau lagi PCA, aku masih tetap ingat samamu :)
Itulah kan yg salah dariku, ntah kenapa aku terlalu mengingat setiap detail tentangmu.
Di audit pertama kalinya aku mendengar suaramu.
Oh bukan!!!
Sini sini aku kasih tau..
Yang
ku ingat pertama kali itu waktu kalian tes kesehatan di aspi dan aku
baru saja tiba di depan aspi, dengan barang2 di tasku, untuk ikut Summer
School.
Anak 13 lagi mau baris di depan aspi dan kulihat kau sedang celingak-celinguk nyariin payung yang ketukar entah sama siapa.
Ingatkah kau kalo kemaren itu aku nanyain kau?
"Yang gimana payungnya dek, warna apa?"
Trus
dengan nada agak sombong kau ngejawab "aku gaktau pulak yg motif gimana
kak, tapi payungnya warna biru, agak cantiklah karna itu punya
kakakku".
Jreng,
Itulah obrolan pertama denganmu.
Menurutku
kata2 itu agak nekat dan setipe dengan sombong jika kau memang sedang
berbicara dengan kakak tingkat, apalagi udah tingkat 3 nih yang ngajak
kau ngobrol.
hellow!!!
tapi gaktau kenapa, sifat angkuhmu itu membuatku cukup tertarik untuk pengen kenal lebih dekat denganmu.
dalam
hati aku bilang gini "awaslah nnti ya kalo uda masuk kuliah. awas kalo
kau udah dekat samaku, akan ku ajari gimana caranya ramah dan gak
sombong sama kakak tingkat"
haha, itu sekedar kata2 yg timbul saat aku sedang menulis blog ini.
forget it!!
Gaya sapaanmu di tiap hariku selalu sama, senada dan sukses bikin aku melted tiap ketemu kau.
Tapi ya, ntah apa yang bikin kau juga memerhatikanku.
Kali ini aku gak GR ya, tapi kau betul2 memerhatikanku juga.
Buktinya kau terdengar sedikit cemburu ketika aku punya foto berdua pas kopi sore dengan temanmu,
dan foto denganmu gak ada.
Kau cemburu kan waktu kau bilang itu samaku?
I know that.
Sesungguhnya aku juga pengen loh punya foto brdua denganmu.
Pengen!!!
Tapi
malam itu kau langsung saja keluar audit dan ku lihat kau
celingak-celinguk mintak dipanggil untuk foto berdua pakek DSLR ku.
hellow!!!
aku gengsi dong utk ngajakin kau.
kenapa gak kau aja yg diluan ngajakin poto?
aku pasti sangat senang dan bahagia, dan senyum merona pasti muncul.
Tapi karna itu hanya hayalanku saja, lupakanlah!!!
Back to the topic.
Terkait
sapaanmu malam tadi, ah ya sudahlah!! Peristiwanya terjadi terlalu
cepat, bahkan sebelum aku menyadari bahwa dirimu menyapa aku dengan
senyuman jutaan volt mu. Entah apa maksud dari senyuman itu yang
membuatku terus saja memikirkannya sampai aku tertidur pulas.
Terimakasih buat sapaanmu,
terimakasih buat senyummu,
senyum yang membuat hari2ku di semester 5 ini menjadi hari yang indah.
Cukup perhatian kecil darimu,
cukup senyum manismu
dan cukup jika itu hanya sekedar sapaan utkku.
Yaa..
cukup hanya itu..
aku senang :)
Sabtu, 07 Desember 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar